Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 April 2018

Merenung

Ada sesuatu yang bukan aku dalam diriku
dan tanpa sengaja aku nyaman

ibu pernah berkata bahwa pribadi kita adalah
gabungan dari pribadi-pribadi yang lain
dan ia berkata, aku adalah
serpihan pribadinya yang sedang patah hati

aku pun mengambil kesimpulan
ibu suka makan es krim ketika patah hati

aku makin percaya
bahwa pribadi-pribadi yang ada dalam diriku
bukan cuma ibu, tapi kakek, kakak,
sungai, pohon, batu
dan sejumlah perayaan lainnya.

ah..
langit berlayar dan
nahkodanya adalah angin timur

dibawah pohon karasen
samar-samar kutemukan,
dibawah tumpukan-tumpukan
kepribadian dan nafsu
: Aku!

Selasa, 01 Agustus 2017

Selamat datang tetapi, kami sedang tutup.

kenapa, suara tanpa nada tanya

kata-kata di sini telah capek menjual dirinya
dan tak bisa melayani mu
mereka membosankan, bukan?

aku tahu, seluruh kata di sini
berhenti bekerja setelah menemukan kekosongan

sudahlah,
tak ada kata-kata yang mampu menghalangimu dari bunuh diri
atau bertindak seperti menyerah
ah, lihatlah, mereka bahkan mencari tali untuk menggantung diri mereka
lucu, bukan?

kamu kecewa?
ah, kamu memang rapuh
seperti kata-kata di sini.

tapi aku mau di sini, katamu

baiklah, kamu sekarang adalah 'pulang'
selamat bekerja!

Kamis, 13 Juli 2017

Bus Kota

aku di bus kota.

wajah-wajah yang dikoyak keramaian 
kini menatap matahari dengan kesayuan yang ada
mengharap matahari lebih lama pada belahan lain

tapi 
wanita itu, 
melawan matahari.

aku tidak tahu,

bayangnya di kaca
ia memainkan lantunannya
tapi membuang liriknya.
kata-kata telah melelahkannya

aku tahu

Minggu, 25 Juni 2017

Hal Hal Asing

/1/
Perayaan bagiku, seperti murid baru,
nadanya canggung dan
tanya-tanya seperti menanti
duduk manis berbaris
meminta kue ku.

semua jawab
ku lempar
ke jendela,

tapi mereka tak peduli, bukan?

/2/
ia suka ke daerah asing,
dan menjadi orang asing.
dan orang-orang hanya bertanya,
"apa yang kau jual?"

"masa depan."

/3/
saya tak ahli dalam wanita dan ramalan
tapi kurasa wanita yang ku tolong tadi
adalah jodohku.

Kamis, 18 Mei 2017

Zaman

Langit tidak suka bercermin
ia takut membenci dirinya

sangat dewasa, 
bukan?

aku diberitahu kamu
bahwa pertemanan adalah kata-kata menipu
di zaman sekarang.

itu untuk politik, kataku.
tidak, katamu, sekarang semua orang berpolitik
ah, politik itu busuk, sergahku, semuanya bilang begitu
itulah politik, katamu.

sial, kau ini.

Ruang dan Apel Merah

Tanda tanya menggema
memalaskan sebuah ruang
dan apel merah
melahirkan ulat-ulat
ternamakan
: kesepian.

Minggu, 30 April 2017

Keheningan dan Kesamaran

Aku terhampar menghadap langit
rerumputan seperti lenganmu yang penuh kasih
angin dan bunga-bunga saling berbisik, bergesek

Mesra.

kulihat gumpalan awan
seperti domba-domba
ada satu,
ada dua,
tiga,
aku jatuh tertidur

Matahari bersinar
dan semua beristirahat

dicelah-celah dedaunan
sinar yang memaksa
menyerupai lampu diskotik
tapi lebih seperti ibu
lembut dan cukup untuk membangunkan

Apa waktunya makan siang?
Ah, kau memainkan sonatamu

Rabu, 15 Februari 2017

Keheningan

pada roda yang berputar
menghindari lubang dijalan
bersabar pada tanjakan
dan berhenti untuk menjeputmu

pada matahari yang memberi arah
namun sesekali amarah
dan memberi merah
pada wajah
kamu yang putih

biarlah
semua benda menjatuhkan dirinya
dan jangan kau tahan
sebab tujuan mereka
adalah menghancurkan diri sendiri

piring pecah
jagung bakar
dan aroma yang menguap

tak bisakah kau duduk disampingku,
menikmati kehilangan-kehilangan?
atau sekedar bersandar
dan memohon untuk keheningan.

Kamis, 02 Februari 2017

Gelisah

orang-orang telah berkelana
menuju ke tempat paling sepi
karena gelisah telah mendorongnya
dan kerusakan hampir mengurungnya

tapi ditempat paling sunyi sekalipun
gelisah makin menguat
menimbulkan kantuk
cukup untuk tidur
cukup untuk menghilang

berdoa adalah solusi terbaik
saat kamu, menemukan atau tidak menemukan solusi
tetapi tapi  ialah masalah lain
sabar adalah seninya
dan melawan adalah sentuhan terakhir

berhentilah, mengumpat adalah pekerjaan sia-sia
apa gunanya mengatakan kata anjing seratus ribu kali dalam sehari?
tapi ya, dalam kata anjing kau temukan sebuah ketenangan

kata-kata memang punya banyak tugas
termasuk membuat senjata
tapi tidak jarang bisa menjadi segelas kopi.

Sajak ini hanya segelas air putih,
kamu haus, bukan?

Rabu, 01 Februari 2017

Serpihan Al-Qur'an [QS.81]

apabila langit telah turun
dan menghantam

apabila laut telah menggulung
dan meratakan

apabila subuh telah bangkit
dan ummat masih tertidur

apabila pepohonan bersembunyi
dan penguasa masih serakah

apabila fitnah bertebaran
dan pendusta (semakin) dilindungi

maka aku bersumpah!
sungguh, aku bersumpah!

demi bintang-bintangyang bertebaran
demi malam apabila larut
demi subuh apabila menyingsing

sesungguhnya,
zaman ini zaman kekacauan
:penuh fitnah dan lebih buruk
dari makan nanah

maka, sesungguhnya Al-qur'an itulah kebenaran
dan Muhammad itu bukanlah orang gila.

maka apalagi yang menghalangi (hati) kamu
untuk mempelajarinya?
maka apalagi yang menghalangi (hati) kamu
untuk mengenalnya?
maka apalagi yang menghalangi (hati) kamu
untuk mempercayainya?

sungguh, kematian adalah hal yang pasti
dan membedakan kita semua adalah amalan
dan amalan itu terdiri dari niat dan aktivitas.

maka apabila kita telah dibangkitkan
dari kubur, dan banyak dari kita yang menyesal

sungguh orang-orang yang beriman dan bertakwa
ialah orang-orang yang beruntung
ialah menuai kemenangan yang nyata.

Jumat, 20 Januari 2017

dunia itu penjara

tak ada yang baru dalam dunia ini
termasuk percintaan
apalagi kata-kata
dari dulu cuman 'aku mencinta kamu'
akhirnya selalu menyedihkan,
terpisah oleh kematian
atau kata-kata

lupakan ramalan horoskop.
mereka adalah ketakutan
bertopeng lelucon
agar kamu tersenyum
melihat kepalsuan mereka.

dunia itu penjara.
tempat manusia pura-pura bahagia,
atau tertipu oleh kebahagian.

Sabtu, 14 Januari 2017

Mata Mu: Panah Syukur Kecil Yang Tajam

jendela adalah anak-anak yang ceroboh,
membiarkan cahaya masuk,
menyentuh matamu.

perlahan kau buka mata mu
bulu matamu seakan gadis penari
meloncat, dan memilin-milin udara
iris mata mu seperti daun kering, coklat
pupil mata mu mengecil seakan ketakutan
kerutan dipinggir mata mu bertambah,
sebilah senyum.

cukup. Tuhan benar,
Nikmat mana lagi yang kamu dustakan?

aroma kayu, dedaunan, tubuhmu
bercampur menjahit kenangan di udara
kemudian menjelma seprai di kasur kita.

jika cinta adalah buku.
dan sehelai lembarannya adalah kenangan.
mungkin kah, seorang pelupa akan mencintai selamanya?

pagi itu ku tambah lagi lembaran.
ku tulis,

                  mata mu:
                                  panah syukur kecil
                                                                 yang tajam.

Aku ingin, ketika Tuhan memberikan buku amalku
lembaran-lembaran di buku ini
terselip.

aamiin.

Rabu, 11 Januari 2017

Termangu

--Sebentar, lagi hujan?

ibu menanyai seperti orang yang merindu
maka ia singkap tirainya,
pandangannya menembus kaca jendela

hanya jalan bercabang
yang menyimpan kemungkinan-kemungkianan

ibu?

Rabu, 16 November 2016

Manfaat Menyiram Bunga

Kumpulkanlah air mataku,
lalu pakailah
untuk menyirami bunga mu

lihat,
betapa indahnya
bunga pada pagi hari.

Senin, 31 Oktober 2016

Subuh-subuh begini...

Subuh-subuh begini, semua seperti ketiadaan
uap yang keluar dari mulutku, berhamburan
tak bertujuan dan bertuan

lampu yang kesepian,
abu-abu tiang listrik,
atau pagar yang berkarat
adalah kunang-kunang,
kedap-kedip meminta mataku

subuh-subuh begini,
semua keadaan menjelma cahaya,
tidak disisakan jarak untuk menapak,
atau luka untuk melukai lagi

subuh itu,
keberadaan terakhir
: aku saja

didalam aku
: apa saja

Minggu, 02 Oktober 2016

Ornamen-ornamen Rumah



Apakah yang sanggup melobangi hati tengah malam?
Adalah kerinduan dan ingatan
menyemukan semua di hadapan.

/1/
Bunyi air hangat yang menetes
Dari keran yang tak pernah rapat
Mengajak tubuhku berendam
Jauh lebih lama, jauh lebih dalam

Cahayanya temaram, membisukan alamku sejenak
Menjinakkan jantungku, berbicara dan bermain-main waktu
Yang berenang-renang di bak.

/2/
Adikku yang manis selalu memperhatikan tubuhku
Rambutku yang berketombe ia gosokkan jeruk nipis
Wajahku yang kusam ia maskerkan
Bukan betul itu yang ku nikmati
Namun bau tawanya yang selalu hadir
Di kosong malam seperti ini

/3/
Adikkku yang kecil, adikku yang nakal
Namun masih punya akal
Adalah penakut dan selalu ingin ditemani ketika tidur
Ku temani ia dan ku tinggalkan kala ia terlelap
Karena air liurnya bau sekali

/4/
Ia marahiku dengan cara yang sangat santun
Dan paling romantis karena isi lemariku berantakan lagi

ia bangunkan aku pada pagi yang merindukan matahari
memintaku sembayang, berdoa agar udara kota tak membuatnya cepat mati

ia,
ibuku,
ibuk,
adalah rumah yang tak terganti.

/5/
untung saja ayah menemukan dirinya di secangkir kopi 
bukan di beer-beer supermarket.
Semua kata kemarahannya tertuang dalam kopi itu
kopi itu pahit seketika, namun ku tahu,
bukan karena itu kopinya selalu habis.

Jumat, 19 Agustus 2016

Kebiasaan Baru




Sendiri saja.
Perlahan merambat tanpa sumbat
Kesedihan mulai 
menjadi kebiasaan, 
menjadi candu.

Seperti bangun kesiangan,
kemacetan pagi jakarta,
atau seperti ruang
tanpa 

kamu.

 

Jumat, 12 Agustus 2016

Ruang Kenangan

kesepian masuk tanpa permisi
dan menemukan kita
yang bersembunyi

saling memandang
dan diam membentang,
kukecup keningmu
yang mudah dikenang

dari jendela,
hembusan yang bebas,
wangimu yang pas,
atau tawa yang lepas
adalah sebagian kehadiran mu.

kini, sepi saja
dan sebagian kehadiran mu
di ruang ini menggema
sekali-kali menjelma
: kerinduan

Rabu, 10 Agustus 2016

Adakah bagian tubuhmu yang merindukan bagian tubuhku?

Hari ini ku ingat sebuah gelap
ada kita saling mendekap

ada aroma yang belum punya nama
di tubuh mu, mengendap ke dalam kepalaku
dan membentuk tubuh mu di ruang-ruang
tidak ada kau

adakah bagian tubuhmu
yang merindukan bagian tubuhku?

Rabu, 27 Juli 2016

Ruang Makan Selingkuhan


selalu ada yang disediakan pagi di meja makan
segelas susu, telur mata sapi, dan perpisahan

langkah kakimu adalah bahasa-bahasa kepergian
entah mencari apa atau siapa, atau tidak mencari
di ujung pintu, kau ucapkan selamat tinggal dan tersenyum
di telingaku, kata-katamu dipanah hingga mati

setelah kepergianmu, yang kau sisakan adalah sakit yang berlebihan
aku menutup mata, tetapi air mata tetap keluar

esok, pagi menyediakan hal berbeda
segelas susu, telur mata sapi, dan air mata.