Aku lebih suka menjadi anak-anak
bercinta tanpa kata-kata.
berbagi tanpa ilmu hitung.
bercerita tanpa dosa
bertualang tanpa berjalan
Tetapi, aku anak yang nakal.
Aku dikutuk
: tumbuh menjadi dewasa.
Sabtu, 18 Juni 2016
Per-empu-an
Kamu disitu, An.
Tak tepat di tengah,
dekat jendela.
Tapi mata mu, An.
Pupilnya mengecil, kecoklatan.
juga rambutmu melerai cahaya
aku sepakat--dengan diriku--bayangnya disebut kenangan.
Tubuhmu adalah ruang, An.
: kamu tersenyum.
Boleh ku tanam banyak bibit di sana, An?
: kamu mengangguk
Tapi kamu hanya menerima satu
: syarat mu.
Tlock.
Pintu terkunci.
Tak tepat di tengah,
dekat jendela.
Tapi mata mu, An.
Pupilnya mengecil, kecoklatan.
juga rambutmu melerai cahaya
aku sepakat--dengan diriku--bayangnya disebut kenangan.
Tubuhmu adalah ruang, An.
: kamu tersenyum.
Boleh ku tanam banyak bibit di sana, An?
: kamu mengangguk
Tapi kamu hanya menerima satu
: syarat mu.
Tlock.
Pintu terkunci.
Lelaki Penjelma
aku adalah perihal kecil
yang tak pernah kau sadari, misal, embun yang melekat
di jendelamu pada pagi hari, kehangatan dari segelas teh
Aku adalah puisi yang pernah termuat
di koran yang kau baca
yang tak pernah kau sadari, misal, embun yang melekat
di jendelamu pada pagi hari, kehangatan dari segelas teh
yang kau seduh, atau hanya angin lewat yang sekedar menegurmu
agar lekas masuk ke rumah, menutup pintu dan mulai tidur
--malam sudah larut.
Aku adalah puisi yang pernah termuat
di koran yang kau baca
tapi tak pernah kau dapati
: aku menggigil bersama puisi lain.
Kursi goyangmu berderit
Kursi goyangmu berderit
: dia adalah rahasia.
Langganan:
Postingan (Atom)