Senin, 31 Oktober 2016

Subuh-subuh begini...

Subuh-subuh begini, semua seperti ketiadaan
uap yang keluar dari mulutku, berhamburan
tak bertujuan dan bertuan

lampu yang kesepian,
abu-abu tiang listrik,
atau pagar yang berkarat
adalah kunang-kunang,
kedap-kedip meminta mataku

subuh-subuh begini,
semua keadaan menjelma cahaya,
tidak disisakan jarak untuk menapak,
atau luka untuk melukai lagi

subuh itu,
keberadaan terakhir
: aku saja

didalam aku
: apa saja

Au'

oleh: senjamelankoli

Malam ini aku pusing, tapi senang.
Aku sudah tidak memikirkan si kiri
atau kanan lagi
karena dia sudah pulang.

Aku lelah karena soal-soal itu.
Setidaknya aku mengerti walaupun secuil
Aku mau berterimakasih sama yang setia
pada malam ini.

Sebodoh apapun aku
asal jangan bosan

Apa yang susah selain mencari orang yang setia?
Sejauh ini aku belem mengetahui jawabannya
mungkin nanti, tidak sekarang
bahkan si kanan atau kiri pun malah
tidak peduli

atau

tidak tahu.